Minggu, 21 Desember 2014

PILKADA SUMUT: Kapolda Minta Warga Tak Percaya 100% Hasil Quick Count

Yoseph Pencawan Kamis, 07/03/2013 16:09 WIB

BISNIS.COM, MEDAN - Kapolda Sumut mengharapkan masyarakat dan tim pendukung seluruh pasangan cagub dan cawagub Sumut tidak terlalu menyandarkan harapan dari hasil penghitungan cepat.

Masyarakat Sumatera Utara diharapkan menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum mengenai hasil penghitungan suara akhir dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Harapan itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro di Kantor KPU Sumut di Medan, Kamis (7/3/2013), setelah menyaksikan proses "quick count" atau perhitungan cepat yang ditayangkan dua stasiun televisi nasional.

Selain hasil yang dihimpun belum menyeluruh, proses penghitungan cepat tersebut juga belum dapat dijadikan pegangan karena tidak memiliki kekuatan hukum.

Karena itu, pihaknya lebih mengharapkan masyarakat dan tim pendukung seluruh pasangan cagub dan cawagub Sumut untuk menunggu proses penghitungan secara manual yang akan dijalankan KPU.

Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat dan tim pendukung seluruh pasangan cagub dan cawagub Sumut untuk menerima setiap keputusan yang akan dikeluarkan KPU terkait hasil pemungutan suara.

"Siapa pun yang terpilih itu yang terbaik," katanya didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus.

Kemudian, Kapolda juga mengharapkan masyarakat dan tim pendukung pasangan cagub dan cawagub yang memenangkan pilkada Sumut tidak euforia dan berlebihan dalam merayakan kemenangan tersebut.

"Jadi, saya titip pada lima pasangan calon untuk mengendalikan tim dan pendukungnya. Sebelum mengendalikan 15 juta warga Sumut, kendalikan dulu tim suksesnya," kata Kapolda.

Sementara itu, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus mengatakan, masih ada kemungkinan tahapan yang perlu dilakukan meski ada pengumuman pemenang dari KPU.

Untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, seluruh pasangan cagub dan pendukung harus dapat menerima apa pun hasil dari pesta demokrasi tersebut.

"Itu perlu kebesaran hati untuk siap kalah dan siap menang. Kalau kalah, perlu ada penghargaan kepada pihak yang menang," katanya.

Berikutnya, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Effendi Simbolon yang berpasangan dengan mantan anggota KPU Jumiran Abdi (nomor urut 2).

Setelah itu, mantan Kajati Sumut yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar Chairuman Harahap yang berpasangan Fadly Nurzal yang juga Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Sumut (nomor urut 3).

Selanjutnya, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan yang berpasangan dengan mantan Sekretaris Daerah Pemprov Sumut RE Nainggolan (nomor urut 4).

Untuk pasangan nomor urut 5 adalah Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho yang berpasangan dengan Bupati Serdang Bedagai HT Erry Nuradi.(antara/yop)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...