Minggu, 21 Desember 2014

DIRUT DAYAINDO BUNUH DIRI: Ingatkan Publik Pada Kasus Manimaren

Rabu, 23/01/2013 22:47 WIB

JAKARTA--Kasus dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Dayaindo Resources International Tbk Sudiro Andi Wiguna mengingatkan publik  atas kasus bunuh diri yang dilakukan oleh adik bungsu Bos Texmaco Marimutu Manimaren 9 tahun silam.

Manimaren memilih mengakhiri hidupnya dengan terjun dari lantai 56 Hotel Aston Jakarta di mana dia menginap. Alasan pria berusia 46 tahun mengakhiri hidupnya adalah akibat depresi memikirkan nasib perusahaan-perusahaan milik kakaknya, Marimutu Sinivasan, yakni Texmaco.

Rabu pagi (23/1), sebagian pelaku pasar kembali dikejutkan oleh kabar meninggalnya orang nomor satu emiten berkode KARK.

Awalnya, muncul spekulasi bahwa pria berusia 35 tahun itu meninggal akibat serangan jantung. Namun, belakangan informasi dari pihak RS Fatmawati, tempat di mana jenazah almarhum diotopsi, menyebutkan luka-luka pada jenazah mirip dengan luka-luka pada kasus gantung diri.

Publik tahu jika perusahaan yang sedang dipimpin oleh almarhum memang sedang dibelit sejumlah kasus hukum yang berujung pada pailit.

"Saya dulu cukup kenal dia. Saya pernah secara notaril jadi direktur di Manhattan punya dia," kata salah seorang pelaku pasar Ramdhan Ario Maruto kepada Bisnis, Rabu malam (23/1).

Di mata Ramdhan, Sudiro merupakan sosok pekerja keras, pintar, pandai bernegosiasi, dan relasinya cukup bagus.

"Makanya saya sangat kaget denger kabar ini. Memang saya denger KARK lagi ruwer akhir-akhir ini dan dia memang one man show. Semua dia yang pegang kendali," paparnya.

Ramdhan mengakui sebagai pelaku pasar yang memang penuh berbagai resiko, setiap individu harus mempunyai mental dan kesadaran yang selalu ditingkatkan. (if)
 

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...