Kamis, 18 Desember 2014

PEMERINTAH IRAN: Ayatollah Ali Taskhiri Bilang Siap Hadapi Embargo Ekonomi

Adi Purdiyanto Minggu, 04/11/2012 23:01 WIB

JAKARTA – Pemerintah Iran menyatakan siap menghadapi berbagai tekanan dari dunia barat melalui embargo ekonomi terkait masalah pengembangan teknologi nuklir di negara tersebut yang dinilai membahayakan.

Ayatollah Sheikh Mohammad Ali Taskhiri, President of High Council of the World Forum for Proximity of Islamic School of Thought mengungkapkan sangkaan pihak barat yang menganggap negaranya mengembangkan senjata nuklir tidak mendasar karena tidak ditemukan bukti yang kuat untuk mendukung pendapat tersebut.

“Kami mengembangkan teknologi nuklir untuk kebaikan masyarakat. 22 laporan dari badan terkait tentang pengalihan tidak beralasan,” ujarnya di Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, Minggu (4/11/2012).

Menurutnya, pengembangan teknologi nuklir yang dilakukan pihaknya menggunakan uranium dengan kadar 3,5%-5% yang biasanya digunakan untuk pembangkit listrik, pengembangan teknologi di bidang medis, pertanian, dan lain sebagainya.

Dia menjelaskan pengembangan teknologi senjata nuklir harus menggunakan uranium dengan kadar 9%-10% dan tidak dilakukan oleh pihaknya.

Ancaman embargo ekonomi, lanjutnya, akan dihadapi dengan berbagai cara yang telah mereka siapkan mulai dari berdialog secara terbuka hingga menempuh kekuatan militer jika diperlukan.

“Kami selalu mencoba berdialog dengan mereka . Namun, mereka menuduh kami tidak mau berdialog,” ujarnya.

Ayatollah mengungkapkan beberapa contoh embargo ekonomi yang dilakukan adalah dengan adanya pelarangan menjual minyak dari Iran ke dunia lua, tidak diperbolehkannya perbankan di negara tersebut menjalin hubungan dengan perbankan di luar Iran, dan lain sebagainya.

Embargo ekonomi ini, lanjutnya, memang secara tidak langsung mempengaruhi kondisi perekonomian di negara tersebut seperti terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menjaga kondisi ekonomi tersebut dengan menempuh berbagai cara.

“Kami saling bahu-membahu untuk tetap menjaga kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menanggapi rencana Iran menutup jalur Selat Hormuz yang diperkirakan akan mengganggu perdagangan minyak dunia, Ayatollah mengungkapkan hal tersebut merupakan salah satu bentuk opsi perlawanan mereka terhadap aksi embargo tersebut.

Dia menuturkan saat ini perang urat syaraf yang dilancarkan pihak Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya merupakan bentuk ketidakmampuan dunia barat membuktikan tuduhan mereka mengenai pengembangan senjata nuklir di Iran.

“Mereka tidak mampu melawan kami. Jika Iran diserang, kami akan adakan perlawanan yang keras. Jika kami mulai diserang, maka itu adalah awal mula kehancuran Israel,” tegasnya.

Ketegangan antara Iran dengan dunia barat semakin menegang menyusul keputusan Uni eropa menerapkan sanksi terhadap 30 perusahaan pada sektor minyak dan gas dengan melarang impor minyak mentah dari negara tersebut.(msb)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...