Minggu, 21 Desember 2014

INDUSTRI PROPERTI: REI Bidik Jabar Selatan

Editor Kamis, 28/06/2012 04:30 WIB

BANDUNG-Pengembang di Jawa Barat siap membangun perumahan hingga 10.000 hektare di Jabar Selatan untuk mengurangi ketimpangan tingkat hunian di wilayah tersebut.Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jabar Yana Mulyana Supardjo mengatakan para pengembang tertarik mengalihkan fokus pengembangan perumahan ke wilayah selatan seperti Sukabumi, Ciamis, maupun Garut. “Rencana ini seiring niat pemerintah pusat membangun 10 kota baru di setiap provinsi,” katanya pada bisnis di Bandung, Rabu (27/6).Yana menyatakan pihaknya pernah bertemu dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk membicarakan kemungkinan para pengembang memperoleh insentif jika Kementerian Perumahan Rakyat memberikan anggaran untuk Jabar membangun kota baru di Selatan. “Kita pada prinsipnya oke untuk membangun di Selatan,” katanya.Menurut dia, Jabar Selatan sangat potensial secara ekonomi karena kemungkinan untuk berkembang pesat terbuka. “Jika diminta menyiapkan 5.000 sampai 10.000 hektare lahan untuk perumahan, REI siap,” katanya.  Namun, pihaknya menekankan kesiapan para pengembang untuk membangun Jabar Selatan harus dibarengi upaya pemerintah membenahi infrastruktur. “Selain infrastruktur diperbaiki, pemerintah juga harus menyiapkan RT/RW yang jelas untuk pengembang,” katanya."Pengembang akan merugi jika diminta membangun perumahan terlebih dulu tapi akses ke arah sana tidak diperbaiki. Akses yang baik akan membuat perpindahan manusia ke sana menjadi lebih mudah,” katanya.Yana menambahkan selain Jabar Selatan para pengembang juga sudah mengincar wilayah Majalengka yang akan memiliki Aero City dan Bandara Internasional Kertajati. “Potensi ekonomi Majalengka besar kalau sudah jadi,” kata Yana.Saat ini, ujarnya, pengembang menunggu komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan hunian bagi daerah yang masih timpang.Jabar sendiri terbagi ke dalam 3 wilayah besar yakni Selatan, Utara dan Tengah. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat Eddy M Nasution mengatakan saat ini pembangunan perumahan dinilai masih bertumpuk di wilayah utara dan tengah Jabar.  “Saat ini backlog perumahan di Jabar sudah 1,3 juta, artinya kebutuhan akan hunian di Jabar masih tinggi,” kata Eddy.(K57/Wisnu Wage Pamungkas/api)

 

BACA JUGA:

 

 

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...